Mengapa Hoax Gampang Menyebar di Indonesia?

Berita/info hoax bukanlah hal baru di internet, bahkan hoax sudah eksis sebelum internet booming. Namun beberapa waktu terakhir hoax menjadi bahan perbincangan ramai, bahkan pemerintah merasa harus mengambil kebijakan untuk mengatasi banyaknya hoax. Lalu mangapa hoax gampang banget menyebar di netizen Indonesia?

1. Tingkat Literasi Masyarat Indonesia yang Sangat Rendah

Jika ada hal paling krusial dari penyumbang mudahnya hoax menyebar ialah rendah tingakt literasi masyarakat Indonesia. Dalam riset yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain tahun 2016 Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal litarasi. Dengan rendahnya literasi maka otomatis tingkat wawasan masyarakat juga rendah sehingga sangat mudah percaya oleh hoax.

2016_The World’s Most Literate Nations

2. Salah Satu Negara Pengguna Social Media Terbesar di Dunia

Dalam survei yang dirilis Smart Insights (2015) merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna sosial media terbesar di dunia. Dengan kemudahan mengklik tombol share Facebook, retweet Twitter, forward WhatsApp & broadcast BBM segala informasi sangat mudah menyebar luas. Namun sayang sering banyak yang malas membaca full terlebih dahulu, melihat sumber tulisan, atau siapa penulis/pemberi informasinya.

2015-Social-network-popularity-by-country

3. Populernya Akun Anonim di Social Media

Ga tau kenapa akun anonim bisa menjadi banyak rujukan masayarakat Indonesia. Kalau untuk kepentingan hiburan (joke, meme dll) ga papa, namun herannya banyak akun anonim menjadi bahan rujukan info politik & sosial. Well kita ga tau siapa sebenarnya dibalik akun anonim tersebut, apakah mereka ahli dibidangnya atau cuma buzzer yang postingan/cuitannya bisa dipesan oleh pihak-pihak yang mau membayar mereka. Sigh!

4. Algoritma Sosial Media

Saat pemilu AS yang lalu Facebook sempat kena getah karena menjadi salah satu sarana penyebaran hoax tentang pemilu AS. Dan gue rasa di Indonesia pun ga jauh beda. Sosial media seperti Facebook, Instagram, & Youtube memiliki algoritma yang akan menampilkan info/foto/video yang sedang populer dibaca/dilihat/ditonton oleh user di negara tersebut dan yang sedang populer di orang-orang terdekat user tersebut. Jadi tanpa kita perlu mencari pun konten hoax akan tersaji di timeline kita.

5. Ruwetnya Situasi Politik

Hoax juga tumbuh subur berkat ruwetnya situasi politik tanah air. Kita dengan mudah men-share berita yang kita anggap baik bagi kubu yang kita bela & menshare berita buruk kubu lawan tanpa melakukan cek terlebih dahulu tentang kebenaran suatu informasi.

Pada akhirnya filter hoax terbaik adalah diri kita sendiri, yaitu dengan memperluas wawasan. Perbanyak membaca buku/website yang penulis/medianya kredibel.

Tulisan ini gue tutup dengan quote tweet dari Zen RS & Prof Rocky Gerung.