Memformat Harddisk Eksternal untuk Mac & Windows

Karena keterbatasan kapasitas HD di laptop gw yang ‘cuma’ 256 GB, awal bulan lalu gue putuskan untuk membeli Harddisk Eksternal (external HD). Sebenarnya sudah lama pengin beli external HD tetapi berhubung sebelumnya belum butuh banget maka baru beli sekarang. Setelah research di internet & berdasarkan rekomendasi temen gue putuskan membeli WD My Passport Ultra New 1TB USB 3.0.

Walaupun akhir-akhir ini lebih sering bekerja di linkungan Mac, tetapi berkaca dari kasus seminggu sebelumnya yg gagal copy foto kerjaan di site gara-gara external HD Mac ga kebaca di laptop Windows (pas kebetulan ga ada yang bawa Macbook) akhirnya gue putuskan untuk memformat external HD agar bisa dipakai di Mac & Windows. Just in case di masa depan gue menemui masalah serupa. Biasanya external HD cuma diformat salah satu file system, untuk Mac saja atau untuk Windows saja. Kelemahannya, kalau diformat untuk Mac maka ga bisa ter-detect kalau dicolokin ke PC, begitu juga sebaliknya (kecuali diformat FAT32). Akhirnya googling buat cari info untuk format HD & gue nemuin artikel The best ways to format an external drive for Windows and Mac di CNET.

Kebanyakan external HD diformat dengan file system NTFS (Windows), HFS+ (Mac), atau FAT32 (compatible Mac & Windows). Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri:

  • FAT32 (File Allocation Table)
    – Natively read/write FAT32 on Windows and Mac OS X.
    – Maximum file size: 4GB
    – Maximum volume size: 2TB
  • NTFS (Windows NT File System)
    – Natively read/write NTFS on Windows.
    – Read-only NTFS on Mac OS X
    – Native NTFS support can be enabled in Snow Leopard and above but has proven instable.
    – Maximum file size: 16 TB
    – Maximum volume size: 256TB
  • HFS+ (Hierarchical File System, aka Mac OS Extended)
    – Natively read/write HFS+ on Mac OS X
    – Required for Time Machine
    – Maximum file size: 8EiB
    – Maximum volume size: 8EiB

Dengan pilihan file system di atas, agar external HD bisa digunakan di Mac & Windows ada 4 skenario yang bisa dilakukan:

  1. Format external HD ke FAT32
    + Otomatis bisa digunakan di Mac & Windows
    – Hanya bisa menyimpan file maksimal 4GB/file & file security-nya kurang bagus.
  2. Format external HD ke HFS+ lalu install aplikasi read/write HFS+ di PC
    + Otomatis bisa digunakan di Mac & agar bisa dipakai di PC kita bisa menginstall aplikasi HFSExplore
    – Ribet, sebab setiap akan memakai di PC berbeda harus menginstall aplikasi tambahan dahulu
  3. Format external HD ke NTFS lalu install aplikasi read/write NTFS di Mac
    + Otomatis bisa digunakan di Windows & agar bisa dipakai di Mac kita bisa menginstall apikasi seperti NTFS-3G , MacFuse atau Paragon NTFS
    – Ribet, sebab setiap akan memakai di Mac berbeda harus menginstall aplikasi tambahan dahulu
  4. Membagi external HD menjadi 2 partisi, partisi pertama diformat HFS+ (Mac) sedangkan partisi kedua diformat NTFS (Windows)
    + Bisa digunakan langsung di Mac & PC tanpa perlu meng-install aplikasi tambahan & kedua file system (HFS+ & NTFS) reliable
    – Jika dicolokkan ke Mac hanya partisi pertama yang bisa digunakan, begitu juga jika dicolokkan ke PC hanya partisi kedua yang bisa digunakan.

Setelah menimbang plus & minus akhirnya pilihan gue jatuh ke opsi ke-4.
External HD gue partisi jadi dua: 800GB diformat HFS+ (Mac) dan 200GB diformat NTFS (Windows). Untuk step by step-nya bisa dibaca di link berikut.

And now, external HD gue siap digunakan di Mac & Windows.
Yeaahhh!!!  😉